05
Sep

Profil

See our profile articel at www.weddingku.com

Angin Segar Bagi Pengantin Muslim


Kehadiran Bunga Wedding Organizer sebagai perencana pernikahan bernuansa islami dan tradisional  dengan sentuhan profesionalisme memberikan angin segar bagi pasangan muslim yang ingin mempertahankan tradisi dan budaya mereka.

Selalu berkarya dan membantu pasangan pengantin yang akan menggelar upacara pernikahan secara islami dan tradisional merupakan tujuan dan keinginan wanita keturunan Sumatera Barat ini. “Bagi saya, ini merupakan ibadah. Menikah saja sudah ibadah dan orang yang ikut membantu pernikahan tersebut juga ibadah. Makanya saya lebih memilih menjadi wedding organizer islami. Apalagi WO islami sangat jarang di Indonesia,” papar Bunga ketika disinggung alasannya mendirikan Bunga Wedding Organizer.

Wanita lulusan Broadcasting D3 Universitas Indonesia ini justru terpacu untuk mendirikan sebuah usaha yang bergerak di dunia pernikahan khususnya wedding organizer (WO) karena ingin tetap menomor satukan keluarga. “Karena saya sudah menikah dan punya anak, saya ingin bekerja tanpa harus meninggalkan anak saya yang masih kecil.  Makanya saya ingin punya usaha sendiri,” imbuh wanita yang kerap disapa Abung oleh keluarganya. Sebelum mendirikan Bunga Wedding Organizer, ia sempat bekerja di production house dan event organizer milik salah seorang artis di Jakarta. Tak heran jika berbagai pengalaman yang ia dapati membuatnya semakin mantap untuk mendirikan usaha sendiri.

“Kebetulan, saya sempat berhenti bekerja karena ikut suami ke luar kota. Tapi, pas balik lagi ke Jakarta, saya tidak betah bengong di rumah. Suami saya tahu, kalau saya tidak ada kerjaan di rumah, malah runyam hasilnya. Makanya saya iseng membuat website blogspot sendiri,” papar Bunga sambil tertawa. Namun, siapa sangka dari website blogspot yang ia buat, permintaan menangani pernikahan tradisional dan islami semakin banyak.

“Selain itu, teman-teman dari tempat dahulu kami bekerja juga menginginkan saya membuat usaha sendiri,” kata Bunga yang menangani pernikahan klien pertamanya ketika anaknya baru berusia 2 minggu. Beruntung sang suami, Reinaldy, mendukung dan ikut membantu usahanya sehingga akhirnya usaha ini bisa tetap eksis. “Kalau usaha kita didukung oleh pasangan, semua tentu akan berjalan dengan baik,” senyumnya mengembang.

Tantangan dan kendala yang ia hadapi sangat beragam, mulai dari perbedaan pendapat dan perselisihan antar keluarga calon mempelai, klien yang terima dengan saran yang ia berikan, hingga urusan permintaan klien yang beraneka ragam. “Tantangan yang terberat adalah politik antar keluarga. Biasanya kan suka ada konflik di antara keluarga calon mempelai. Itu yang sulit,” imbuh Bunga. Menurutnya, banyak permasalahan yang sebenarnya kecil menjadi besar. “Yang ada, keluarga masing-masing berdebat, pengantin malah stres. Bahkan adapula pengantin yang tidak melibatkan keluarganya sehingga keluarga merasa tidak dianggap,” ujar Bunga yang berusaha memberikan pengertian kepada pengantin dan keluarganya. 

Bunga juga menerapkan menerapkan standar bahwa Bunga Wedding Organizer merupakan usaha jasa menangani pernikahan islami dan tradisional. “Di luar itu kami tidak menangani,” tegas Bunga.  Meski baru tiga tahun menangani pernikahan islami dan tradisional, ia mengaku sangat senang karena hasil kerjanya dihargai oleh klien-kliennya. “Agar klien puas, kami selalu membuat perencanaaan secara detail, termasuk rencana-rencana tak terduga. Biasanya, kami berikan plan A, plan B, plan C, dan plan D agar klien mengetahui secara detail dan bagaimana mengantisipasi jika ada permasalahan.” Misalnya, lanjut Bunga, jika pengantin ingin menggelar pernikahan outdoor, maka ia akan memberikan second plan seperti antisipasi tenda dan side wall jika terjadi hujan. Selain itu, ia selalu memberikan wedding report kepada kliennya sehingga kliennya mengetahui secara keseluruhan mulai dari perencanaaan, permasalahn, dan antisipasi yang terjadi di hari-H.

Kini, setelah perusahaannya sudah mulai berkibar, Bunga ingin mengembangkan usahanya dengan menjadikan Bunga Wedding Organizer sebagai one stop wedding serivce. “ Saya ingin usaha ini berkembang menjadi one stop wedding service dengan mendirikan kantor yang representatif di tengah kota dan menyediakan berbagai kebutuhan untuk calon mempelai. Jadi mereka datang tidak hanya untuk mencari WO saja, melainkan juga kebaya, dekorasi, katering dan lain-lain,” imbuh Bunga.

Teks: Ratri Suyani
Foto: Dok. Bunga Wedding Organizer 


Sumber: http://www.weddingku.com/traditional/article-gallery.asp?articleid=1004024