|
Kehadiran
Bunga Wedding Organizer sebagai perencana pernikahan bernuansa islami
dan tradisional dengan sentuhan profesionalisme memberikan angin segar
bagi pasangan muslim yang ingin mempertahankan tradisi dan budaya
mereka.
Selalu berkarya dan membantu pasangan pengantin yang akan menggelar
upacara pernikahan secara islami dan tradisional merupakan tujuan dan
keinginan wanita keturunan Sumatera Barat ini. “Bagi saya, ini
merupakan ibadah. Menikah saja sudah ibadah dan orang yang ikut
membantu pernikahan tersebut juga ibadah. Makanya saya lebih memilih
menjadi wedding organizer islami. Apalagi WO islami sangat
jarang di Indonesia,” papar Bunga ketika disinggung alasannya
mendirikan Bunga Wedding Organizer.
Wanita lulusan Broadcasting D3 Universitas Indonesia ini justru
terpacu untuk mendirikan sebuah usaha yang bergerak di dunia pernikahan
khususnya wedding organizer (WO) karena ingin tetap menomor
satukan keluarga. “Karena saya sudah menikah dan punya anak, saya ingin
bekerja tanpa harus meninggalkan anak saya yang masih kecil. Makanya
saya ingin punya usaha sendiri,” imbuh wanita yang kerap disapa Abung
oleh keluarganya. Sebelum mendirikan Bunga Wedding Organizer, ia sempat
bekerja di production house dan event organizer milik salah seorang artis di Jakarta. Tak heran jika berbagai
pengalaman yang ia dapati membuatnya semakin mantap untuk mendirikan
usaha sendiri.
“Kebetulan,
saya sempat berhenti bekerja karena ikut suami ke luar kota. Tapi, pas
balik lagi ke Jakarta, saya tidak betah bengong di rumah. Suami saya
tahu, kalau saya tidak ada kerjaan di rumah, malah runyam hasilnya.
Makanya saya iseng membuat website blogspot sendiri,” papar Bunga sambil tertawa. Namun, siapa sangka dari website blogspot yang ia buat, permintaan menangani pernikahan tradisional dan islami semakin banyak.

“Selain itu, teman-teman dari tempat dahulu kami bekerja juga
menginginkan saya membuat usaha sendiri,” kata Bunga yang menangani
pernikahan klien pertamanya ketika anaknya baru berusia 2 minggu.
Beruntung sang suami, Reinaldy, mendukung dan ikut membantu usahanya
sehingga akhirnya usaha ini bisa tetap eksis. “Kalau usaha kita
didukung oleh pasangan, semua tentu akan berjalan dengan baik,”
senyumnya mengembang.
Tantangan dan kendala yang ia hadapi sangat beragam, mulai dari
perbedaan pendapat dan perselisihan antar keluarga calon mempelai,
klien yang terima dengan saran yang ia berikan, hingga urusan
permintaan klien yang beraneka ragam. “Tantangan yang terberat adalah
politik antar keluarga. Biasanya kan suka ada konflik di antara
keluarga calon mempelai. Itu yang sulit,” imbuh Bunga. Menurutnya,
banyak permasalahan yang sebenarnya kecil menjadi besar. “Yang ada,
keluarga masing-masing berdebat, pengantin malah stres. Bahkan adapula
pengantin yang tidak melibatkan keluarganya sehingga keluarga merasa
tidak dianggap,” ujar Bunga yang berusaha memberikan pengertian kepada
pengantin dan keluarganya.
Bunga juga menerapkan menerapkan standar bahwa Bunga Wedding
Organizer merupakan usaha jasa menangani pernikahan islami dan
tradisional. “Di luar itu kami tidak menangani,” tegas Bunga. Meski
baru tiga tahun menangani pernikahan islami dan tradisional, ia mengaku
sangat senang karena hasil kerjanya dihargai oleh klien-kliennya. “Agar
klien puas, kami selalu membuat perencanaaan secara detail, termasuk
rencana-rencana tak terduga. Biasanya, kami berikan plan A, plan B,
plan C, dan plan D agar klien mengetahui secara detail dan bagaimana
mengantisipasi jika ada permasalahan.” Misalnya, lanjut Bunga, jika
pengantin ingin menggelar pernikahan outdoor, maka ia akan memberikan second plan seperti antisipasi tenda dan side wall jika terjadi hujan. Selain itu, ia selalu memberikan wedding report kepada kliennya sehingga kliennya mengetahui secara keseluruhan mulai
dari perencanaaan, permasalahn, dan antisipasi yang terjadi di hari-H.
Kini, setelah perusahaannya sudah mulai berkibar, Bunga ingin
mengembangkan usahanya dengan menjadikan Bunga Wedding Organizer
sebagai one stop wedding serivce. “ Saya ingin usaha ini berkembang menjadi one stop wedding service dengan mendirikan kantor yang representatif di tengah kota dan
menyediakan berbagai kebutuhan untuk calon mempelai. Jadi mereka datang
tidak hanya untuk mencari WO saja, melainkan juga kebaya, dekorasi,
katering dan lain-lain,” imbuh Bunga.
Teks: Ratri Suyani Foto: Dok. Bunga Wedding Organizer
|
|